Nusakalimantannews com
Banjarbaru – KALSEL Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI) yang digelar di Rodhita Hotel, Banjarbaru, pada Minggu (09/02/2025), berlangsung penuh dinamika. Perdebatan sengit dan panas sempat mewarnai jalannya sidang, terutama terkait usulan agar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang berhalangan hadir dapat mengikuti pemilihan secara daring melalui Zoom.
Usulan tersebut ditolak oleh sejumlah peserta rapat yang kontra terhadap calon petahana. Perbedaan pandangan ini memicu ketegangan di dalam forum. Namun, setelah melalui perdebatan panjang, Aspihani bin Ideris Assegaf, yang juga merupakan calon petahana, akhirnya menyepakati bahwa perwakilan DPD yang tidak hadir tidak memiliki hak suara dipilih dan memilih maupun hak untuk mengusulkan calon.
Situasi semakin tegang dan memanas hingga saat pemilihan Ketua Umum P3HI dimulai. Dari ketiga kandadit calon tersebut, akhirnya Aspihani yang di ketahui seorang aktivis senior, dosen hukum di Uniska Banjarmasin dan juga seorang pengacara nasional akhirnya unggul mendapatkan suara terbanyak. Dari total 49 Advokat /Pengacara dari perwakilan yang hadir, Aspihani Assegaf pun berhasil unggul dengan perolehan 30 suara, Kasmili 12 suara dan Rafiansyah Sofyan yang hanya meraih 5 suara. Sementara dua suara Advokat / Pengacara atas nama Rujiansyah dan Dandie Setiawan dinyatakan absen dikarenakan mereka meninggalkan gedung tempat persidangan berlangsung.
Dengan hasil ini, Aspihani Assegaf kembali terpilih sebagai Ketua Umum P3HI untuk kedua kalinya masa tugas periode 2024-2029, dan disaat menyampaikan pidatonya mengumumkan dengan menggandeng Wijiono sebagai Sekretaris Jenderal.
Usai terpilih, Aspihani bin Ideris Assegaf menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran advokat di Indonesia serta meningkatkan profesionalisme anggota P3HI. Salah satu program utama yang akan ia jalankan adalah menempatkan satu pengacara P3HI di setiap kecamatan di Indonesia untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat, terutama di pedesaan.
"Banyak kepala desa yang belum memahami hukum sehingga sering mengalami permasalahan terkait pertanggungjawaban keuangan desa. Karena itu, kehadiran pengacara P3HI di setiap kecamatan diharapkan dapat membantu mereka. Insya Allah nantinya kita akan membuat surat perintah kepada DPD seluruh Indonesia untuk membangun jaringan seluas-luasnya, sehingga dapat menempatkan pengacaranya di setiap kecamatan," jelas Aspihani.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Munas, Kasmili, berharap kepemimpinan baru dapat membawa P3HI semakin solid dan sejajar dengan organisasi advokat lainnya di Indonesia.
Munas P3HI yang berlangsung setiap lima tahun sekali ini sempat diwarnai perdebatan sengit saat pembahasan tata tertib. Perdebatan sengit terjadi di antara delegasi dari sejumlah pimpinan DPD, diantaranya dari Papua, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Namun, suasana akhirnya dapat dikendalikan setelah Ketua Dewan Pendiri P3HI, Aspihani Assegaf, turun tangan menenangkan peserta yang berselisih.
Dengan kepemimpinan baru ini (red Aspihani), P3HI diharapkan semakin berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam memberikan layanan hukum kepada masyarakat.
Sementara salah satu peserta Advokat/ Pengacara YG. Sangari, S.Pd.SD., S.H., M.M.bendahara DPD P3HI Kalimantan Selatan yang juga Ketua DPD Lembaga Bantuan Hukum Satya Keadilan Borneo Dewan Adat Dayak Kalimantan Selatan ( LBH- SKB DAD KALSEL) langsung mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Habib Aspihani Assegaf dalam memimpin P3HI Lima tahun kedepan.
“Sebelumnya saya ucapkan atas terpilihnya Habib Aspihani sebagai Ketua Umum P3HI yang kedua kalinya. Dengan terpilih nya Habib Haji Aspihani Assegaf, mudahan-mudahan dalam kedepannya semakin jaya, sesuai dengan yel, yel kami P3HI Jaya, Jaya, Jaya!!!” tuntasnya.
Munas ke-2 P3HI kali ini mengusung tema "Melalui Munas ke-2 P3HI Tahun 2024, Kita Tingkatkan Peran Advokat dalam Membangun Semangat Kebangsaan demi Terwujudnya Keadilan yang Merata bagi Seluruh Rakyat di Era Artificial Intelligence (tim/ NKnews-01)
0 Komentar